Berita Terkini
Baznas Bintan Bergerak Membantu Harfin Syah, Penduduk Bintan Buyu yang Mengalami Kecelakaan
Berita tentang Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bintan yang menunjukkan kepedulian mereka terhadap warga Bintan Buyu yang mengalami kecelakaan tunggal telah disampaikan dalam sebuah kegiatan yang bertujuan memberikan bantuan kepada Harfin Syah. Tim Baznas Bintan, dipimpin oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, Amrullah, S.H.I., turun langsung memberikan bantuan kepada Harfin Syah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu Harfin Syah dalam biaya pengobatan yang sedang ia jalani. Istri dari Harfin Syah, Jumilah, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Baznas Bintan atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Dia berharap doa dan dukungan dari masyarakat dapat memberikan semangat kepada suaminya untuk segera pulih. Dalam upaya terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, Baznas Bintan terus berkomitmen sebagai bentuk nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. [Read more](/Baznas_BINTAN_Sehat/)
26/01/2026 | Humas BAZNAS Bintan
Fidyah: Simbol Keselarasan antara Tubuh dan Syariat
Dalam ajaran Islam, ibadah selalu terkait erat dengan aspek kemanusiaan. Syariat tidak hanya berfungsi sebagai sistem yang kaku, tetapi juga sebagai pedoman yang fleksibel dan responsif terhadap keadaan manusia. Salah satu contoh nyata dari fleksibilitas ini adalah konsep fidyah. Fidyah sering dianggap sebagai pengganti puasa bagi yang tidak mampu berpuasa, padahal memiliki makna spiritual yang lebih dalam yaitu sebagai rekonsiliasi antara keterbatasan fisik dan tuntutan syariat. Tubuh manusia memiliki batasan seperti usia, penyakit, kondisi fisik, dan faktor biologis tertentu yang membuat tidak semua orang mampu menjalankan ibadah secara ideal. Di sinilah pentingnya peran fidyah sebagai mekanisme yang mengakui keterbatasan manusia tanpa mengurangi nilai ibadah. Fidyah bukan sekadar solusi hukum, tetapi juga aspek etis yang menjaga keselarasan antara keterbatasan fisik dan nilai spiritual. Dalam perspektif ini, fidyah menjadi lambang rekonsiliasi antara idealitas ibadah dan realitas fisik manusia. Islam menunjukkan inklusivitasnya dengan menyatukan hukum dan nilai kemanusiaan. Fidyah juga memiliki dimensi sosial yang kuat, bukan hanya sebagai ibadah pribadi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial melalui bantuan kepada fakir miskin. Fidyah tidak hanya menjadi simbol kelemahan, namun juga simbol kearifan hukum Islam. Islam tidak membangun spiritualitas berdasarkan penderitaan fisik, melainkan keseimbangan antara kemampuan manusia dan tanggung jawab ibadah. Melalui pemahaman ini, umat Islam diajak untuk melihat bahwa ibadah bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang ketulusan, kesadaran, dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan. Fidyah menjadi jembatan spiritual antara keterbatasan manusia dan kesempurnaan syariat.
26/01/2026 | Syarifah Hanum
Bulan Syaban 1447 H: BAZNAS Kabupaten Kediri Mengajak Masyarakat untuk Berbagi Kebaikan
Bulan Sya'ban sering dianggap sebagai periode menuju Ramadan, saat yang penting untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan sosial sebelum memasuki bulan suci tersebut. Pada tahun 2026 (1447 H), bulan Sya'ban diprediksi akan berlangsung mulai Selasa, 20 Januari 2026 hingga pertengahan Februari. Sebagai bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, Sya'ban memiliki makna tersendiri yang penuh dengan nilai-nilai ibadah, introspeksi diri, dan peningkatan kepedulian sosial. Dalam tradisi Islam, Sya'ban dikenal sebagai bulan yang sangat dicintai oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau meningkatkan ibadah, terutama puasa sunnah, sebagai upaya persiapan rohani menjelang Ramadan. Periode ini memperingatkan umat Islam untuk mulai menyusun kembali niat, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Selain aspek spiritual, bulan Sya'ban juga memiliki dimensi sosial yang signifikan. Semangat berbagi, menolong, dan peduli terhadap sesama merupakan nilai utama yang relevan dengan kampanye BAZNAS, "Zakat Menguatkan Indonesia." Sya'ban memberikan kesempatan untuk meningkatkan amal kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah, guna memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi umat sebelum memasuki Ramadan. Dengan mengoptimalkan zakat dan sedekah selama bulan Sya'ban, masyarakat tidak hanya mempersiapkan diri secara pribadi, tetapi juga memberikan harapan bagi mustahik. Dana zakat yang disalurkan dapat mendukung beragam program kemaslahatan, seperti bantuan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, dengan manfaat yang dirasakan secara luas dan berkelanjutan. BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Sya'ban sebagai peluang pemanasan kebaikan. Dengan meningkatkan ibadah dan menunaikan zakat lebih awal, diharapkan umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan hati yang tulus, jiwa yang siap, dan kepedulian sosial yang semakin kuat. Segala kebaikan yang ditanamkan selama bulan Sya'ban diyakini akan menjadi anugerah dan penguatan persaudaraan di bulan Ramadan yang suci. - BAZNAS Kabupaten Kediri Ajak Kebaikan di Bulan Syaban
26/01/2026 | Humas
Berita Pendistribusian
BAZNAS TV
Keajaiban Dimulai Dari Tangan Yang Memberi.
Penulis: Humas BAZNAS Merangin
Penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah se-Kecamatan Bangko sebanyak 4.803 orang Tahun 2025
Penulis: Humas BAZNAS Merangin









